Header Ads Widget

Main Ad

‘Mak Cik Cam’ Tradisi Menggoda Selera, Kisah Inspiratif Dibalik Manisnya Kue Melayu


www.pedhasnews.com-Medan : Mak Syamsinar, terus melestarikan kelezatan makanan khas Melayu dengan cara membuat kue basah yang diraciknya dari resep leluhurnya, citra rasa yang khas membuat rasa kuenya berbeda dengan kue yang lain. 

‘Mak Cik Cam' adalah nama tokoh yang dijadikan brand oleh wanita berdarah Melayu ini. Beliau memulai usahanya pada tahun 1990-an. Berawal dari hobi, beliau bertekad memulai usahanya dengan menitipkan kue ke tetangga dan saudaranya. 

Citra rasa yang khas tersebut membuat orang yang memakannya merasa ketagihan dan ingin selalu membelinya, dan sejak saat itu kue yang berlabel ‘Mak Cik Cam’ selalu laris manis.

Saat ini mak Syamsinar telah memiliki tokoh sendiri dari hasil kerja keras berjualan kue basahnya selama bertahun-tahun .



Melihat perkembangan zaman yang sudah mulai serba digital, mak Syamsinar juga tak mau ketinggalan, dirinya mulai mempromosikan kuenya di media sosial dengan nama Igmakcik.cam pada tahun 2016.

Di tahun 2019, mak Syamsinar yang dibantu ketiga anaknya berhasil membuka cabang toko ‘Mak Cik Cam’ di tiga tempat, seperti di jalan Platina 1 no 102 E Titi papan, ada juga di jalan Adam Malik no109 (depan Regale), dan di jalan Gatot Subroto no 234 A (sebelah PRSU).



Seperti pepatah Jack Ma“Penakut tak pernah memulai pecundang tak pernah menyelesaikan pemenang tak pernah berhenti”. 

Pepata ini rasanya pastas diselamatkan kepada mak Syamsinar karena usahanya melestarikan makanan khas Melayu, walau dihimpit oleh perkembangan zaman yang menghadirkan jenis kuliner modern dan kekinian, tapi mak Syamsinar selalu mengutamakan makanan tradisional.

Dengan citra rasa khas yang dibuatnya membuat pelanggan tak pernah bosan untuk mencicipi kue ‘Mak Cik Cam’.


Penulis : Syahfitri, Adinda Febriana Kheisa, Bima Pratama Nst, Reza Renisa, Aura Miftahul Hidayah Barus (Mahasiswa/I Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undhar)

Keterangan : Tulisan di atas merupakan tugas mata kuliah Public Relation dan isi di luar tanggungjawab penerbit.